Peralatan Untuk Service AC | All Air HVAC

Belajar mengenal peralatan untuk memperbaiki kerusakan AC - All Air HVAC. Mari kita simak dengan cermat pada halaman ini.... Artikel selengkapnya silahkan menuju ke bawah.
Peralatan Untuk Service AC | All Air HVAC

Mengenal Peralatan Untuk Service AC


Untuk memperbaiki mesin pendingin AC dan Kulkas di perlukan alat alat yang lengkap. Peralatan service AC dan Kulkas harus kita gunakan sebagaimana dengan fungsinya. Dengan alat alat peralatan service AC dan Kulkas yang tidak lengkap dan tidak semestinya maka hasilnya tidak akan memuaskan, bahkan bisa merusak system pendingin (Air Conditioner, Refrigerator) sehingga kerusakan AC dan Refrigerator akan bertambah parah. Oleh karena itu bila alat service AC & kulkas seadanya maka hasilnya tidak menguntungkan kedua belah pihak, baik teknisi maupun pelanggannya.

Di dalam memperbaiki mesin pendingin (AC, Refrigerator) teknisi harus (wajib) mengetahui semua yang meski di lakukan serta yang di butuhkan. Berikut yang wajib di ketahui oleh tenkisi service AC, antara lain :
  • Menentukan bagian mana dari mesin pendingin yang harus di perbaiki (berdasarkan analisis gejala gejala gangguan).
  • Memilih alat alat / bahan secara tepat sesuai dengan spesifikasi pendingin yang kita repair / perbaiki.
  • Di dalam mengerjakanya harus menjaga sistem pendingin agar tetap bersih & kering.
  • Menjaga keselamatan kerja.

Berikut ini adalah alat alat penting yang di perlukan dalam service / memperbaiki kerusakan AC dan Kulkas.

1. Peralatan Cuci AC


Jet Cleaner

  • Jet Pump (mesin steam bertekanan) untuk mencuci unit AC indoor (evaporator) dan outdoor (condensor)
  • Plastik steam AC (plastik cor) untuk melindungi / mengalirkan bekas air cucian unit AC yang kotor
  • Ember / bak air untuk menampung air bekas pencucian AC

2. Thermometer


Digital Thermometer

Fungsi Thermometer yaitu untuk mengukur suhu. Kerja dari thermometer berdasarkan efek pemuaian dan penyusutan dari air raksa (thermometer manual). Untuk thermometer model digital tidak menggunakan air raksa, tapi menggunakan sebuah sensor panas dan pembacaannya pun di tampilkan dalam digit angka. Di sarankan menggunakan thermometer digital dalam service AC dan Refrigerator (kulkas, frezer) karena lebih akurat dan mudah dalam pembacaannya.

Ada 2 macam skala pembacaan thermometer yang sering di gunakan dalam mesin pendingin AC dan Refrigerator yaitu Celcius dan Fahrenheit . Untuk mengukur suhu di dalam refrigerator (lemari es dan freezer), di pakai thermometer yang mempunyai bulb dengan pipa kapiler yang panjang (thermometer manual). Hanya bulb atau sensor (untuk thermometer digital) saja yang di letakan di dalam lemari es, sedangkan suhunya dapat di baca dari luar.

3. Gauge Manifold

Gauge manifold di gunakan untuk mengukur tekanan refrigeran (freon) dalam sistem pendingin AC dan Refrigerator (kulkas, frezer) baik pada saat pengisisan maupun pada saat beroperasi. Yang dapat di lihat pada Gauge Manifold adalah tekanan evaporator atau tekanan isap (suction) kompresor, dan tekanan kondensor atau tekanan keluaran (discharge) kompresor. Terdapat dua macam Gauge manifold antara lain gauge manifold dua laluan dan gauge manifold empat laluan.

Pada prinsipnya gauge manifold terdiri dari dua sisi yaitu sisi tekanan rendah dan sisi tekanan tinggi, masing masing di hubungkan dengan sisi isap dan keluaran dari kompresor melalui selang penghubung (hose). Pada tiap sisi di pasang pengukur tekanan (pressure gauge).


Manifold Gauge 2 Port

Pada gauge manifold dua lauan terdapat dua katup untuk mengatur aliran yaitu katup berwarna biru pada sisi tekanan rendah dan katup berwarna merah pada sisi tekanan tinggi. Pada saat pengosongan refrigeran dari sistem dan proses vakum kedua katup terbuka sehunga refrigeran dari sisi isap akan mengalir melalui selang penghubung berwarna biru dan refrigeran dari sisi keluaran kompresor akan melalui selang penghubung berwarna merah memasuki gauge manifold dan keluar menuju pompa vakum melalui selang penghubung waran kuning, atau menuju tangki penampung mesin recovery.

Pengosongan bisa juga di lakukan pada satu sisi dengan cara membuka katup pada satu sisi saja. Pengisisan di lakukan dengan cara yang sama yaitu dengan membuka katup salah satu sisi. Sedangkan selang yang tadinya ke pompa vakum di hubungkan ke tabung refrigeran pengisi.


Manifold Gauge 4 Port

Gauge manifold empat laluan mempunyai empat katup dan empat saluran. Katup sisi tekanan rendah (biru), katup sisi tekanan tinggi (merah), katup vakum (kuning) dan katup pengisian (hitam). Dengan menggunakan Gauge Manifold ini proses pengosongan dan pengisian di lakukan tanpa harus melepaskan selang kuning penghubung ke pompa vakum ke tanki refrigerant yang dapat menyebabkan masuknya udara ke dalam selang. Biasanya untuk mencegah hal ini selang di flashing oleh refrigeran yang berarti melepaskan refrigeran ke atmosfer.

4. Cermin (Dental Mirror) dan Magnet set


Mirror & Magnet Set

Fungsi cermin pada service mesin pendingin AC, Refrigerator untuk memeriksa hasil pengelasan pipa atau mencari kebocoran pada tempat yang sukar di lihat. Pada pemegangnya ada juga yang di beri lampu baterai sehingga kita dapat memeriksa tempat tempat yang gelap.

5. Tang Ampere


Tang Ampere

Fungsi dari tang ampere yaitu untuk mengukur besarnya arus (A) dan tegangan (V) pada kompresor AC, Kulkas, Frezer.

6. Pompa Vakum


Pompa Vakum

Pompa vakum di perlukan untuk mengosongkan refrigeran dari sistem pendingin sehingga dapat menghilangkan gas gas yang tidak terkondensasi seperti udara dan uap air. Hal ini di lakukan agar tidak mengganggu kerja mesin refrigerasi. Karena uap air yang berlebihan dalam sistem pendingin AC dan Refrigerator dapat memperpendek umur operasi filter drier dan penyumbatan khusunya pada bagian sisi tekanan rendah seperti di katup ekspansi atau pada pipa kapiler kulkas dan frezer. Adanya uap air dan gas gas tak terkondensasi dalam sistem akan menghalangi perpindahan panas di kondensor dan evaporator, dan menaikan tekanan keluaran (discharge).

Adanya air juga menyebabkan korosi, penimbuanan kerak dan menyebabakan pelumas sistem pendingin menjadi asam. Untuk proses vakum yang baik, pompa vakum harus mampu mengosongkan sampai dengan tekanan 20-50 mikron air raksa. Untuk meliahat tekanan vakum di perlukan alat pengukur tekanan vakum yang dapat mengukur tekanan dari 5 sampai 5000 mikron Hg. Apabila tidak memiliki alat pengukur vakum, maka sistem harus di pompa dengan pompa vacum selama paling tidak setengah jam setelah penunjuk tekanan di gauge manifold menunjukan - 30 inci/-760 mmHg/0 milibar.

7. Alat Pendeteksi Kebocoran


Leak Detector

Deteksi kebocoran dapat di lakuan dengan menggunakan pendeteksi refrigeran elektronik (leak detektor) atau bila tidak mempunyai alat pendeteksi kebocoran freon (leak detektor) bisa di lakukan dengan cara konvensional yaitu dengan media gas nitrogen dan air sabun. Pada deteksi kebocoran menggunakan leak detektor sistem berisi refrigeran dan sensor alat deteksi di arahkan dan di dekatkan pada bagian bagian yang di curigai bocor seperti sambungan atau penghubung pipa. Sensor akan memberikan sinyal alarm apabila terdapat kebocoran.

Bila tidak mempunyai leak detektor, Gas nitrogen biasa di gunakan dalam tes kebocoran karena gas ini bersifat inert dan tidak mudah terbakar. Sistem pendingin AC dan kulkas yang akan di isi refrigeran, di isi terlebih dahulu dengan gas nitrogen bertekanan, kemudian bagian bagian yang di curigai di oleskan air sabun. Sabun akan menggelembung apabila terdapat kebocoran. Gas nitrogen kemudian di keluarkan dan sistem di vakum sebelum di isi refrigeran (freon). Air sabun biasanya juga di gunakan langsung untuk memeriksa kebocoran pada sistem yang masih berisi refrigeran.

8. Las (Brander)


Las Brander

Fungsi untuk menambal, menyambung atau melepas sambungan pipa pada sistem pendingin AC dan Refrigerator (sambungan menggunakan timah atau perak). Brander tersebut dapat dengan kompor minyak tanah, gas LPG, camping gas dan juga dapat memakai gas karbid (acetyline).

9. Refrigerant / Freon


Freon (Refrigerant)

Pada AC Split menggunakan refrigerant R22, sedangkan kulkas dan frezer menggunakan refrigerant R134a, pada refrigerator model lama masih menggunakan R12. Sesuaikan jenis refrigerant dengan spesifikasi pendingin yang anda kerjakan (jenis refrigerant yang di pakai terdapat pada name plate mesin pendingin).

10. Pemotong Pipa (Tubing Cutter)


Tubing Cutter

Alat pemotong pipa ada 2 macam yaitu tubing cutter dan hacksaw (gergaji). Yang perlu di perhatikan dalam memotong pipa adalah jangan sampai kotoran kotoran bekas pemotongan masuk dalam sistem pendingin, karena akan merusak mesin pendingin.

Untuk memotong pipa dengan tubbing cutter, pipa di masukan antara roller dan cutting wheel. Tightening knob berfungsi untuk menyesuaikan dengan diameter pipa yang di potong.

Tubbing cutter bisa berubah fungsinya jika cutting whell pada alat tersebut di tukar dengan roda penekan yang tumpul. Fungsinya untuk menekan pipa tembaga hingga sebagaian dari pipa tersebut diameternya mengecil hingga dapat di sambung dengan pipa yang lebih kecil diameternya, sampai di dapat kelonggaran yang tepat, lalu sela selanya di isi dengan las perak atau tembaga.

11. Flaring Tool (pengembang pipa) & Swaging tool (pembesar pipa)

Flaring Tool (pengembang pipa)


Flaring Tool

Flaring tool fungsinya untuk mengembangkan ujung pipa agar dapat disambung dengan sambungan berulir (flare fitting). Flaring tool terdiri dari 2 buah block yang di satukan dengan baut dan mur kupu kupu (wing nut). Kedua blok ini membentuk lubang dengan bermacam macam ukuran pipa yang dapat di selipkan. 3/16 " s/d 5/8 " (chamfer). Selain itu flaring tool juga mempunyai sebuah joke yang terdiri dari kaki kaki yang dapat di selipkan pada blok yang mempunyai sebuah baut pada bagian atasnya dengan batang yang dapat di putar, sedangkan pada ujung lain pada bagian bawah di beri sebuah flare cone yang berbentuk kerucut dengan sudut 45° untuk menekan dan mengembangkan ujung pipa.

Yang di perhatikan dalam hal ini jangan lupa memasukan flare nut, sebelum ujung pipa di jepit pada block dengan ujungnya di buat kira kira 3 mm di atas block, sebelum ujung pipa di tekan, sebaiknya ujung cone di beri sedikit minyak kompresor, lalu batang pemutar di putar. Kita tidak boleh memutuar batang pada joke terlalu keras, karena kalau terlalu keras ujung pipa yang di kembangkan terlalu tipis waktu di keraskan lagi pada flare fitting dapat menjadi pecah dan sistem menjadi bocor.

Swaging tool (pembesar pipa)


Swaging Tool

Swaging tool fungsinya untuk membesarkan ujung pipa, agar 2 pipa yang sama diameternya dapat di sambung dengan soldir timah, las perak, las tembaga. Swaging tool yang biasa di pakai adalah model seperti flaring tool. Flaring tool bisa di pakai sebagai swaging tool hanya dengan menukar flaring cone dengan swage adapator mempunyai bermacam macam ukuran.

Cara menggunakannya adalah ujung pipa yang akan di besarkan di jepit di atas block 1-1,5 kali diameternya, di beri sedikit minyak oli kemudian pemutar di putar sampai sage adaptor masuk ke dalam pipa. Jadi alat itu bisa di pakai sebagai swaging tool. Oleh sebab itu di sebut flaring dan swaging tool.

12. Pembengkok Pipa (Bending tool)


Bending Tool

Pembelok pipa (Bending tool) berfungsi membengkokan pipa AC, Refrigerator, Kulkas, Frezer agar tidak gepeng atau rusak. Pembengkok pipa yang biasa di pakai pada sistem pendingin adalah pembengkok pipa dengan pegas.

Pembengkok pipa pegas ada 2 macam yaitu :
1. Pegas di dalam (inside spring)
2. Pegas di luar (out side spring)

Pegas di dalam di pakai untuk membengkok ujung ujung pipa dengan pegas di luar di pakai untuk membengkokan bagian tengah.

Setelah pipa dan pegas pembengkok pipa di bengkokan bersama sama, maka melepaskan pegas dapat di permudah jika sebelumnya pipa di beri sedikit minyak dan kita membengkokan pipanya lebih sedikit dari yang kita kehendaki, lalu pipa di luruskan sedikit, maka pegas akan sedikit lebih longgar dari pipanya. Melepaskan peaga tidak hanya di tarik begitu saja, tetapi harus sambil di putar. Pada pegas di dalam pegas di putar agar diameternya mengecil sedang untuk pegas di luar di putar agar diameternya membesar.

13. Pembuntu Pipa (Pinch Off Plier)


Vice Grip

Pembuntu Pipa (Pinch Off Plier) berfungsi untuk menggencet pipa pada mesin pendingin agar buntu, tetapi tidak boleh bocor / patah. Untuk pekerjaan tersebut model yang umum di pakai untuk service AC dan Refrigerator adalah pinch-off plier (vice-grip)

14. Alat Alat Umum (Kunci - Kunci / Wrenches)

Kebanyakan pada instalasi AC dan service refrigerator, kulkas, frezer membutuhkan penggunaan berbagai tipe kunci. Untuk service / memperbaiki mesin pendingin biasanya menggunakan jenis sebagai berikut :
  • Tespen
  • Tang kombinasi (tang buaya)
  • Kunci pas 12-13 untuk pemasangan dinabolt bracket outdoor kunci 8 untuk membuka tutup kompresor
  • Ratchet Wrenches
  • Punch dan Chisel Set
  • Kunci pipa (pipe wrenches)
  • Palu perak dan punch set
  • Kunci flare nut (Flare nut wrenches)
  • Wire stripper & cutter
  • Kunci katup servis (service valve wrenches)
  • Sambungan kunci katup servis (service valve wrench adaptors) S Kunci sok (Socket wrenches)
  • Adjustable wrenches (biasa dikenal dengan kunci inggris) Kunci inggris 10" 1 bh, dan 12" 1 buah
  • Bor Listrik berikut mata bor ukuran 6" dan 10"
Secara umum fungsi dari kunci kunci di atas adalah untuk mengeraskan atau melepas pemasangan baut, mur, dll, dalam pendingin AC, Kulkas, dan Frezer. Sesuaikan dengan kebutuhan.

15. Mesin Recovery, Recycle Dan Recharging (Mesin 3R)


Mesin Recovery

Mesin Recovery, Recycle, dan Recharging biasa juga di sebut sebagai mesin 3R , mempunyai tiga fungsi yaitu mengeluarakn dan menangkap refrigeran (recovery), mendaur ulang refrigeran yang di tangkap (recycle) dengan cara memisahkannya dari pelumas dan menyaring kotoran padat, dan mengisikan kembali refrigeran yang di tampung dalam satu mesin adalah agar tidak ada refrigeran yang terlepas ke atmosfer ke atmosfer sebagai akibat adanya pergantian selang pada setiap proses. Refrigeran yang terdapat dalam selang penghubung dapat terlepas ke atmosfer dan merusak ozon.

Baca Juga : AC (Air Conditioned) Heating & Cooling