Pengertian Arus AC dan Arus DC

Definisi Arus DC (Searah) dan Arus AC (Bolak Balik) dengan penjelasan secara detail silahkan baca di sini.... Artikel selengkapnya silahkan menuju ke bawah.
Pengertian Arus AC dan Arus DC

Tegangan AC Dan DC


Pengertian Tegangan Listrik AC dan DC

Tegangan Listrik AC (Direct Current) merupakan tegangan listrik dengan aliran arus searah, sedangkang Tegangan AC (Alternating Current) merupakan tegangan listrik dengan aliran arus bolak balik.

Tegangan listrik adalah beda potensial listrik antara dua titik. Tegangan listrik terjadi karena adanya perbedaan muatan listrik di antara kedua titik tersebut. Tegangan listrik tidak bisa di lihat namun bisa di rasakan dan di ukur besarnya. Pada nilai tertentu, tegangan listrik bisa berbahaya bagi manusia. Kejadian terkena tegangan listrik pada manusia sering kita sebut dengan kesetrum.

Tegangan listrik bisa di definisikan juga sebagai perwujudan dari energi listrik. Tegangan listrik bisa di hasilkan melalui pembangkit pembangkit listrik. Namun dalam skala kecil tidak di sebut pembangkit tapi lebih umum dengan penghasil listrik saja. Contoh tegangan listrik yang sering kita temui adalah 220V pada listrik rumah tangga (PLN), 1.5V pada battery dan 12V pada aki (Accu).

Fungsi Tegangan

Tegangan listrik berfungsi sebagai tenaga (power). Untuk bisa bekerja sebuah rangkaian elektronika membutuhkan tegangan listrik sebagai tenaga "penggeraknya". Oleh karena itu dalam rangkaian bagian yang menghasilkan tegangan listrik biasanya di sebut Power Supply atau Penyuplai tenaga.

Satuan Tegangan

Besarnya tegangan listrik di nyatakan dalam satuan Volt dan sering di singkat dengan V saja. Untuk ukuran yang lebih besar bisa menggunakan satuan kiloVolt di singkat kV (1kV=1000Volt) dan MegaVolt di singkat MV (1MV=1.000.000Volt). Sedangkan untuk satuan yang lebih kecil biasanya menggunakan miliVolt disingkat mV (1mV=1/1000Volt) dan mikroVolt di singkat uV (1uV=1/1000000Volt).

Simbol Tegangan

Simbol tegangan listrik di nyatakan dalam V di tulis dengan huruf besar. Pada beberapa kasus juga di temui penggunaan simbol E, tujuannya agar tidak bingung antara V sebagai simbol dan V sebagai satuan (Volt). Khusus untuk tegangan DC juga bisa di tulis dengan simbol B, yaitu singkatan dari Battery.

Jenis Tegangan

Berdasarkan aliran arusnya tegangan listrik di bagi menjadi dua, yaitu Tegangan DC dan Tegangan AC. Tegangan DC adalah tegangan dengan aliran arus searah, sedangkan tegangan AC adalah tegangan dengan aliran arus bolak balik. Masing masing tegangan ini memiliki fungsi dan aplikasi yang berbeda beda tergantung kondisi dan kebutuhan.

1. Tegangan DC (Direct Current) Arus Searah.

Arus searah (DC) adalah arus yang mengalir dalam arah yang tetap (konstan). Di mana masing masing terminal selalu tetap polaritasnya. Misalkan sebagai kutub (+) selalu menghasilkan polaritas positif begitu pula sebaliknya, kutub (-) selalu menghasilkan polaritas negatif. Beberapa contoh sumber arus searah (DC) adalah battery, accu.

Tegangan DC bisa di artikan juga tegangan dengan aliran arus searah. Tegangan DC memiliki notasi/tanda positif pada satu ttiknya dan negatif pada titik yang lain. Sumber sumber tagangan DC di antaranya adalah elemen volta, battery, aki, solar cell dan adaptor/power supply DC. Pemasangan tegangan DC pada rangkaian harus benar sesuai kutubnya karena jika terbalik bisa berakibat kerusakan pada kedua bagian.

Aplikasi tegangan DC banyak kita jumpai pada peralatan elektronik portabel seperti handphone, remote, sepeda motor, mainan dan pemutar musik portabel. Sekarang ini sudah banyak di pakai sumber tegangan DC berupa battery yang bisa di isi ulang (recharge) jadi jika tegangan listrik pada battery habis bisa di bangkitkan lagi dengan mengisinya.

2. Tegangan AC (Alternating Current) Arus bolak balik.

Arus bolak balik ( AC ) adalah arus yang mengalir dengan polaritas yang selalu berubah ubah. Di mana masing masing terminalnya polaritas yang selalu bergantian. Contoh Alternator (AC generator), PLN.

Tegangan AC (Alternating Current) bisa di artikan juga tegangan dengan aliran arus bolak balik. Tegangan AC tidak memiliki notasi/tanda seperti tegangan DC. Oleh karena itu pemasangan tegangan AC pada rangkaian boleh terbalik kecuali untuk aplikasi tegangan AC 3 phase pada motor listrik. Sumber sumber tegangan AC di antaranya adalah listrik rumah tangga (dari PLN), genset, dinamo sepeda dan altenator pada mobil atau sepeda motor.

Ada dua jenis tegangan AC yaitu single phase dan triple phase atau 3 phase. Tegangan listrik AC yang kita pakai sehari hari merupakan jenis tegangan AC single phase, artinya hanya ada satu phase dan ground/netral. Oleh karena itu tegangan AC single phase hanya membutuhkan dua titik kabel koneksi.

Tegangan AC 3 phase membutuhkan tiga kabel untuk bekerja, yaitu di kenal dengan istilah R, S dan T. Tegangan listrik 3 phase banyak di pakai pada dunia industri khususnya untuk menggerakkan motor listrik. Jika kita membutuhkan tegangan AC 3 phase namun hanya memiliki sumber tegangan AC single phase maka kita memerlukan sebuah inverter untuk membuat listrik single phase menjadi 3 phase.

Mengukur Tegangan

Untuk mengetahui besarnya tegangan antara dua titik kita membutuhkan sebuah alat ukur. Ada dua alat ukur yang lazim di pakai untuk mengukur tegangan listrik yaitu Voltmeter (bagian dari Multimeter) dan Oscilloscope. Khusus untuk tegangan AC dengan Voltmeter/Multimeter kita hanya bisa mengetahui nilai tegangannya saja, sedangkan dengan oscilloscope kita bisa melihat bentuk gelombang sekaligus menghitung frekuensinya.