Diagram Skema Dan Cara Kerja Sistem AC (Air Conditioner) Mobil

Belajar mengenal sistem AC (Air Conditioner) mobil lengkap dengan gambar skema serta tutorialnya.... Artikel selengkapnya silahkan menuju ke bawah.
Diagram Skema Dan Cara Kerja Sistem AC (Air Conditioner) Mobil

AC (Air Conditioner) Car


Komponen utama AC mobil meliputi :
  • Compressor
  • Condenser
  • Receiver dryer
  • Thermostat
  • Expansion valve
  • Evaporator
  • Blower

Mari kita pahami satu demi satu fungsi komponen pada AC mobil.

1. Kompresor (Compressor)


Perangkat ini sebagai elemen AC yang berfungsi untuk mengatur sirkulasi freon / refrigerant ke condenser. Kompresor (compresor) berfungsi memberikan tekanan pada zat pendingin ( refrigerants ) agar bersikulasi pada sistem. Kompresor ada dua jenis yaitu jenis rotari (gerakan rotor di dalam stator kompresor akan menghisap dan menekan zat pendingin ) dan torak ( untuk menghisap dan menekan zat pendingin di lakukan oleh gerakan torak di dalam silinder kompresor ). Agar kinerja kompresor tidak terlalu membebani mesin dan lebih awet maka di pasangi alat bernama pressure swicth untuk mengatur secara otomatis jalannya kompresor.

Keuntungan kompresor rotari
  • Karena setiap putaran menghasilkan langkah langkah hisap dan tekan secara bersamaan, maka momen putar lebih merata akibatnya getaran / kejutan lebih kecil.
  • Ukuran dimensinya dapat di buat lebih kecil & menghemat tempat.
Kerugian kompresor rotari
  • Sampai saat ini hanya di pakai untuk sistem AC yang kecil saja sebab pada volume yang besar, rumah dan rotornya harus besar pula dan kipas pada rotor tidak cukup kuat menahan gesekan.

2. Kondensor / Kondensator (Condenser)


Komponen ini mempunyai tugas untuk mendinginkan freon / refrigerant (mengubah freon menjadi cairan yang bertekanan tinggi dan bertemperatur tinggi). Kondensor / Kondensator (condenser) berfungsi mendinginkan atau memperkecil kalor zat pendingin yang telah di beri tekanan oleh kompresor. Pada saat di beri tekanan kompresor suhu zat pendingin menjadi panas, setelah melewati kondensor menjadi dingin dan berubah jadi cair.

3. Receiver Dryer / Drier


Komponen ini sebagai tempat penyimpanan freon secara sementara kondensor mencairkannya, kemudian di salurkan ke evaporator. Berfungsi juga sebagai penampung dan penyaring kotoran dalam sistem peredaran dalam AC mobil. Receiver Dryer / Drier juga berfungsi menyerap atau mengeringkan uap air sebagai efek pendinginan zat pendingin dari kondensor.

4. Thermostat


Perangkat yang menyalurkan daya listrik ke compressor secara otomatis. Pada thermostat terdapat sebuah sensor yang akan mendeteksi suhu di evaporator (jika suhu mulai dingin maka akan mengaktifkan pemutusan arus listrik agar tidak mengalami pembekuan)

5. Katup Ekspansi (Expansion Valve)


Elemen yang berfungsi sebagai pengubah cairan freon menjadi uap atau kabut (cairan freon yang dari dyer ke evaporator dengan temperatur dan tekanan yang rendah). Katup Ekspansi (expansion valve) juga berfungsi menurunkan tekanan zat pendingin dari kondensor sebelum masuk ke evaporator, tujuannya agar zat pendingin berfungsi optimal menyerap panas di sekitar evaporator. Bentuk ekspansi ada yang kotak dan kapiler. Hati hati jangan sembarangan gonta ganti atau mencampur jenis zat pendingin, sesuaikan dengan spesifikasi AC anda agar sistem terhindar dari kerusakan mengingat karakter zat pendingin berbeda beda.

Katup Ekspansi (expansion valve) berfungsi juga mengambil panas zat pendingin agar menjadi lebih dingin serta merubahnya menjadi gas. Sepintas mirip kondensor cuma evaporator lebih banyak mengambil panas di bandingkan kondensor. Evaporator di letakkan dalam dashboard mobil dan di lengkapi motor blower atau kipas peniup untuk menghembuskan udara dingin ke dalam kabin mobil. Agar udara yang di tiup bersih maka di perlukan filter untuk menyaring kotoran yang ikut tertiup blower.

6. Evaporator


Perangkat ini berfungsi sebagai penyerap panas dan merubahnya menjadi udara dingin melalui sirip sirip pendingin (mengubah cairan freon menjadi gas dingin)

7. Blower


Komponen ini berfungsi mengeluarkan gas dingin yang di hasilkan oleh refrigrant yang melewati katup expansi, sehingga udara dingin memasuki ruang kendaraan.

Freon / Zat Pendingin (Refigerant)

Dahulu yang umum di pakai adalah freon jenis R - 12 namun karena merusak lapisan ozon maka di ganti dengan jenis R 134a yang ramah lingkungan. Namun perlu di ketahui AC yang di desain menggunakan zat pendingin R - 12 tidak boleh begitu saja di campur atau full di ganti R 134a tanpa mengganti beberapa sparepart sistem AC dan jenis oli kompresor. Hal ini mengingat molekul R 134a lebih kecil dari R - 12. Kalau anda memaksakan mencampur tanpa mengganti spare part dan oli kompresor maka di pastikan kompresor macet / rusak serta sering freon habis karena bocor. Oli kompresor R - 12 adalah ND-OIL6 (mineral oil) atau ND-OIL7 sedangkan Oli kompresor R134a adalah ND-OIL8 (synthetic oil) atau ND-OIL9.

Proses cara kerja AC mobil


Setelah anda mengetahui fungsi dari semua komponen AC mobil, maka selanjutnya mengetahui proses cara kerja sistem AC mobil sebagai berikut :
  • Zat pendingin bertekanan tinggi dari kompresor berupa gas.
  • Zat pendingin yang sudah di dinginkan oleh kondensor berubah bentuk dari gas menjadi cair.
  • Zat pendingin yang telah di turunkan tekanannya oleh katup ekspansi, berubah bentuk menjadi uap.
  • Zat pendingin yang telah menyerap panas pada evaporator berubah bentuk menjadi gas.
  • Zat pendingin yang berbentuk gas di beri tekanan oleh kompresor sehingga beredar dalam sistem AC, karena adanya tekanan maka zat pendingin menjadi panas.
  • Kondensor akan medinginkan zat pendingin tersebut (kondensasi), sementara tekanan zat pendingin masih tetap tinggi dan berubah bentuk menjadi cair.

Sebagai gambaran proses cara kerja sistem AC mobil lihat gambar di bawah biar lebih jelas di pahami.


Dengan demikian AC mobil mempunyai fungsi mengatur suhu udara, mengatur sirkulasi udara, mengatur kelembaban (humidity) udara, dan mengatur kebersihan udara. Sehingga salah satu dari beberapa banyaknya perangkat mobil yang sangat penting adalah AC mobil.

Untuk tata letak komponen pada AC (Air Conditioner) mobil bisa lihat gambar berikut.


Rangkaian Dasar Kelistrikan AC Mobil


Berikut adalah rangkaian dasar dari sistem kelistrikan AC yang di gunakan pada mobil


Keterangan :

Pada gambar di atas terdiri atas dua bagian besar, yaitu rangkaian blower dan rangkaian thermostat.

Rangkaian Blower berfungsi untuk mengatur kecepatan kipas blower dengan menggunakan switch / saklar blower. Rangkaian ini hanya dasar, dan pada dasarnya setiap AC mobil menggunakan alur ini, namun dengan berbagai tambahan sesuai dengan kebutuhan.

Rangkaian Thermostat berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan arus secara otomatis. Hal ni terjadi berdasarkan besar suhu yang di terima oleh komponen thermostat. Jika suhu pada ruangan sudah dingin, maka secara otomatis thermostat akan memutuskan arus yang mengalir ke kopling magnet yang ada di kompresor dengan menggunakan relay, sehingga kompresor berhenti bekerja. Sebaliknya, jika suhu di ruangan panas atau tidak sesuai dengan keinginan pengguna yang di setel pada panel pengatur suhu, maka thermostat akan membuka arus yang mengalir ke kopling magnet dengan menggunakan relay. Sehingga kompresor bekerja.

Cara Mudah Merawat AC Mobil


Berbicara masalah AC Mobil sebenarnya tidaklah jauh berbeda dengan AC lainnya, pada dasarnya berkendaraan mobil akan terasa nyaman, jika penyejuk udara (AC) bekerja dengan sempurna. Sekarang ini AC sudah menjadi suatu kebutuhan apalagi di kota besar. Jika AC tidak dingin keadaan pun menjadi tidak nyaman dan jalan keluarnya adalah membuka kaca jendeia mobil. Namun jika kaca jendela tersebut di buka, maka debu dan asap kendaraan akan masuk dan sebaliknya jika di tutup ruangan akan terasa panas dan pengap. Gangguan pada AC biasanya di karenakan kurangnya perawatan. Tips berikut ini dapat membantu anda melakukan perawatan AC sendiri sebelum kondisi AC menjadi rusak berat.

  • Jagalah selalu kebersihan kabin dari debu dan kotoran. Terutama karpet 2 lembar yang di depan karena akan tersedot kedalam evaporator (lembab) sehingga terjadi jamur dan spora sangat tidak baik buat kesehatan, dan menimbulkan bau yang tidak enak bila pertama kali AC di hidupkan.
  • Saat mencuci mobil, buka kap mesinnya dan semprotkan air yang kencang pada bagian Condensor AC (yang bentuknya mirip radiator dan biasanya terletak di depan radiator) kotoran atau debu yang menempel bila di biarkan akan mengeras bisa mengakibatkan korosi atau keropos sehingga menjadi bocor pada bagian kondensor AC, atur tekanan air sebelum di semprotkan pada unit condensor AC (kurangi tekanan airnya).
  • Memilih tempat parkir yang teduh jika parkir kendaraan dalam waktu yang cukup lama, Karena kalau di tempat panas biasanya pas pengemudi masuk, ruang dalam cukup panas dan mengakibatkan membutuhkan proses pendinginan yang lama. Selain itu beban pendinginan saat mobil berjalan pun ikut tinggi.
  • Periksalah ExtraFan (kipas) yang di depan Condensor apakah berputar bila AC di nyalakankan. Bila tidak segera ganti, akan mengakibatkan Compressor AC rusak atau selang highpress bisa meledak.
  • Jangan merokok di dalam mobil karena asapnya bisa mengotori Evaporator AC/Cooling Coil Unit karena nikotin yang lengket dan akan berlendir serta menimbulkan bau tak sedap dan susah untuk di hilangkan.
  • Jangan memaksimalkan beban AC saat kendaraan melaju kencang dengan menurunkan temperaturnya.
  • Sebelum menyalakan mesin matikan AC terlebih dahulu, sesudah mesin stabil baru AC di nyalakankan. Begitu pun sebaliknya, matikan AC terlebih dahulu sebelum anda mematikan mesin mobil anda.
  • Jangan memakai pengharum wewangian yang mutunya kurang jelas, akan menimbulkan bau dan sulit untuk di bersihkan. Dan jangan memakai pengharum model colok / gantung ke GRILL sebab sering mengakibatkan GRILL / angin anginan patah (karena sebagian GRILL sulit di peroleh di pasaran).

Masalah AC Mobil dan Solusinya


Masalah AC mobil tidak dingin. Dalam kasus ini biasanya yang keluar dari blower hanya angin saja dinginnya sama sekali tidak ada, maka yang harus di lakukan ada beberapa langkah pengecekan. Periksa fan belt cek magnetic clutch cek sensor tekanan periksa sekering ac periksa relay ac periksa bahan pendingin.

Langkah pertama hidupkan mobil dan sistem ac dalam keadaan on, periksa drive belt apakah berputar, jika berputar selanjutnya cek magnetic clutch apakah ikut berputar, jika tidak berputar dapat di pastikan magnet tidak menerima arus listrik langkah 2 selanjutnya cek sensor tekanan.

Coba hubungkan dua kutub sensor tekanan dengan menggunakan kabel pendek jika magnetic clutch berputar dapat di pastikan penyebab kerusakan adalah sensor tekanan dalam keadaan ac normal tanpa sensor dapat ac mobil dapat di gunakan. jika magnetic clutch tetap tidak berputar selajutnya test arus listrik, ambil tespen periksa 2 kutub sensor tekanan, jika tespen tidak menyala dapat di pastikan kerusakannya pada area relay atau sekering, lokasi sekering ac atau relay biasanya ada dibawah dasbor.di dekat area mesin biasanya kotak sekering maupun relay tertulis AC.

Jika semua sistem kelistrikan sudah ok namun ac tidak dingin, ada dua kemungkinan penyebabnya. Bahan pendingin habis coba cek pentil untuk memasukan bahan pendingin, di tekan pakai paku atau obeng plus jika bahan pendingin masih ada, selanjutnya lakukan langkah matikan mesin, tes magnetic clutch lepas soket hubungkan dengan kabel 1 meter kemudian langsung jumper ke terminal positip aki jika tidak terdengan bunyi trek trek dapat di pastikan magnetnya rusak.

DIAGNOSA KERUSAKAN AC


Bermacam cara yang dapat di lakukan untuk pengetesan sistem AC antara lain :
  • Tes tekanan
  • Tes temperatur
  • Tes kebocoran

1. Tes Tekanan AC

Untuk melakukan tes tekanan, mesin harus berputar pada > 2000 Rpm. Sistem AC yang bekerja normal saluran hisap (Tekanan Rendah) kompresor, zat pendingin harus berupa gas dengan tekanan 1,5 – 2 bar (21 – 29 psi).Pada saluran tekan (Tekanan Tinggi) kompresor zat pendingin masih berbentuk gas dengan tekanan 14,5 – 20 bar (200 – 213 psi).

a. Kedua manometer menunjukkan tekanan yang rendah dari semestinya


Penyebab :
Tekanan yang kurang pada saluran tekan dan saluran hisap kompresor menunjukkan zat pendingin yang beredar dalam sistem volumenya sudah berkurang. Kekurangan zat pendingin yang sudah di isi penuh di sebabkan kebocoran pada sistem, akibatnya sistem AC bekerja tidak efisien (AC kurang dingin). Bila tekanan tinggi di ukur setelah saringan, hal ini bisa menunjukkan saringan sudah kotor.

b. Kedua manometer menunjukkan tekanan yang lebih besar


Penyebab :
Pengisian zat pendingin terlalu banyak.Tekanan pada bagian tekanan tinggi akan naik, volume zat pendingin yang di semprotkan katup ekspansi akan lebih besar, menyebabkan saluran tekanan rendah naik pula tekanannya. Pendingin kondensor yang kurang baik, menyebabkan temperatur evaporator menjadi naik, dan tekanan pipa kontrol katup ekspansi akan naik juga mengakibatkan katup ekspansi akan selalu membuka. Tekanan kedua bagian saluran tekanan tinggi dan rendah akan naik. Bila manometer menunjukkan tekanan yang lebih besar lagi pada kedua saluran, hal ini berarti ada uap air yang beredar dalam sistem. Pengisian zat pendingin yang terlalu banyak harus di hindari, karena sistem AC bekerja lebih berat dan terasa kurang dingin.

c. Manomater tekanan rendah lebih tinggi dan manometer tekanan tinggi lebih rendah


Penyebab :
Kebocoran pada bagian bagian yang bergesekan dari kompresor seperti katup katup cincin torak, menyebabkan kompresor tidak bekerja dengan baik. Langkah tekan kompresor tidak menghasilkan tekanan yang lebih tinggi dan temperatur evaporator naik, katup expansi akan selalu terbuka. Katup katup kompresor yang rusak akan menyebabkan zat pendinginan yang di tekan akan mengalami kebocoran kebagian saluran hisap, akibatnya saluran hisap tekanannya akan lebih naik / tinggi dan bagian saluran tekanan, tekanannya akan turun / rendah.

2. Tes temperatur AC

Mengukur temperatur udara dalam saluran evaporator.
Pengetesan kemampuan sistem AC dengan cara ini masih pada putaran mesin ? 2000 rpm, AC bekerja dengan beban penuh dan pengetesan dengan manometer menunjukkan sistem tidak ada kesalahan.


Tabel perbandingan temperatur udara luar dan temperatur udara dalam saluran evaporator di bawah ini, dapat di jadikan pedoman untuk tes temperatur.


Mengukur temperatur ruangan AC & kelembaban udara.
Prosentase kelembaban udara relatif yang lebih besar dapat di turunkan oleh sistem AC, karena udara yang basah / lembab akan di keringkan oleh evaporator, hal ini terlihat adanya tetesan air (kondensasi) di sekitar pipa pipa evaporator. Menggunakan Higrometer kita dapat mengukur kelembaban udara dalam ruangan AC, kelembaban udara yang ideal adalah 45 –50% dengan temperatur ruangan 20 - 22ºC. Bila kelembaban udara luar tidak jauh berbeda dengan kelembaban udara dalam ruangan AC, hal ini berarti evaporator terlalu basah & kotor. Gejala ini juga terasa AC kurang dingin.


3. Tes kebocoran AC

Mengetes kebocoran zat pendingin pada sistem dapat di lakukan dengan macam macam cara, secara sederhana dapat di lakukan dengan memeriksa sambungan sambungan instalasi pipa memakai busa sabun, atau dengan kompor nyala api sipiritus.

Baca Juga : AC (Air Conditioner) Dengan Pemanas Air Dan Pendingin Udara